Latest News

Tampilkan postingan dengan label Muhammad SAW. Tampilkan semua postingan



Dalam pergaulan sehari-hari di manapun, sering kita dengar atau kita jumpai istilah "Sunnah Rasul" pada malam Jum'at.

Lalu apa sih sebenarnya definisi yang benar tentang Sunnah Rasul (Sunnaturrasul)? Dalam pandangan syariat Sunnah adalah sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah Saw menjalani hidupnya atau suatu aktifitas yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dgn penjagaan Allah SWT.

Sunnah merupakan sumber hukum kedua dalam Islam, setelah Al-Quran atau informasi yang disampaikan oleh para sahabat tentang sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah disebut sebagai hadits dan Sunnah yang diperintahkan oleh Allah SWT disebut Sunnatullah.

Namun istilah Sunnah Rasul yang populer di malam Jum'at adalah hubungan suami istri.
Mungkin maksudnya adalah untuk menutupi sesuatu yg dianggap vulgar, maka digunakan istilah Sunnah Rasul sebagai pengganti dari istilah ML.

Tapi akibatnya fatal, karena telah menyempitkan arti dari sumber hukum kedua setelah al-Qur'an menjadi hanya sebuah aktifitas seks belaka.

Lalu hal apa lagi yg melatar-belakangi penyebutan Sunnah Rasul menjadi sebuah aktifitas seks, selain dari sekedar sebagai pengganti ucapan seks yg vulgar?
Ya memang ada hadits tentang berhubungan seks dimalam jumat dan mandi besar di hari jumat, namun apa derajat hadits tsb, Shahih, dhaif atau palsu? Lalu sebenarnya sunnah apa yg dilakukan Rasulullah SAW dimalam jumat/hari jumat?

DALIL 1
Sering kita dengar dari Ustadz, yang dianggap hadits, yaitu : "Barang siapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi."

Dalam hadits yg lain disebutkan sama dgn membunuh 1000 atau 7000 yahudi. Hadist di atas tidak akan ditemukan dalam Kitab manapun. Baik kumpulan hadits dhaif apalagi shahih.

Dan akhirnya pada satu kesimpulan bahwa hadits sunnah Rasul pada malam Jum'at tersebut apalagi sama dengan membunuh 100 Yahudi adalah sama sekali bukan hadist alias karangan orang-orang yang iseng dan gak jelas.

Tidak nyambung ke sahabat, apalagi ke Rasulullah SAW, sehingga jelas itu sama sekali bukan Hadist alias palsu alias bohong yg dikarang oleh orang orang yg tidak betanggung-jawab yg mengatas namakan Rasulullah SAW.

Jadi, kita tidak akan menemukan satu-pun hadits tentang Rasulullah SAW berhubungan suami istri pada malam-malam tertentu, termasuk malam Jum'at.

Di Indonesia sangat subur akan hadits hadits dhaif dan palsu. Oleh karenanya berhati-hatilah sahabat, banyak hadits palsu yg beredar dan bermaksud untuk menyesatkan dan membodoh-bodohi umat!

Jaga, pelihara dan amalkan Sunnah sunnah Rasulullah SAW yg selama ini menjadi hukum syariat kedua setelah Al-Qur'an. Dan STOP mengatakan Sunnah Rasul sebagai pengganti dari istilah berhubungan suami istri alias ML.

DALIL 2
Tafsir Hadits tentang berhubungan suami istri di malam/hari jumat:

Penentuan waktu dalam islam adalah mengikuti peredaran bulan, bukan mengikuti peredaran matahari. Sehingga perubahan hari adalah saat maghrib bukan pukul 24.00. Maka dari itu hari jumat dimulai pada hari kamis saat maghrib.

Nah pembicaran kita sekarang mengarah kepada seolah-olah malam Jum'at dan hari Jum'at adalah waktu yg cocok untuk melakukan hubungan suami-istri. Keduanya akan mendapatkan pahala berlipat dan memperoleh keutamaan khusus yg tidak didapatkan pada hari selainnya.

Haditsnya shahih namun tidak mengatakan secara gamblang bahwa itu adalah hubungan seks suami istri.

Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa mandi di hari Jum'at SEPERTI MANDI JANABAH, kemudian datang di waktu yg pertama (mendatangi masjid untuk shalat jumat), ia seperti berkurban seekor unta. Barangsiapa yg datang di waktu yg kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yg datang di waktu yg ketiga, ia seperti berkurban seekor kambing gibas. Barang siapa yg datang di waktu yg keempat, ia seperti berkurban seekor ayam. Dan barang siapa yg datang di waktu yg kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah)." (HR. Bukhari no. 881 Muslim no. 850)

Hadits tsb menunjukkan keutamaan shalat jumat namun disitu disebutkan jg tentang mandi janabat (ghuslal janabah) pada hari Jum'at. Sedangkan mandi janabat dilakukan setelah ada aktifitas hubungan seks suami-istri.
Sehingga munculah istilah Sunnah Rasul di malam jumat untuk hubungan seks suami istri.

Ya silahkan saja melakukan hubungan seks suami istri kapanpun juga termasuk malam jumat tapi janganlah istilah hubungan seks tsb diganti menjadi "Sunnah Rasul".



SUNAH RASUL: Sunnah Rasul yang sesungguhnya untuk dilakukan pada malam/hari Jum'at, diantaranya:

  1. Memperbanyak membaca Shalawat Sabda Nabi SAW, "Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum'at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pd hari jum'at, maka barangsiapa yg paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku". (HR. Baihaqi) Maksudnya adalah perbanyak shalat sunat karena disitu ada shalawat.
  2. Membaca Al Qur'an khususnya surat Al Kahfi. Sabda Nabi SAW,: "Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum'at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum'at". (HR. Al Hakim) Membaca di sini dalam artinya membaca ayatnya, lalu dikaji, direnungkan dan diaplikasikan dalam keseharian. Dan seyogyanya bukan hanya QS Al-Kahfi saja, tapi dilanjutkan dengan surat-surat lainnya.
  3. Memperbanyak do'a Rasulullah SAW bersabda, "Hari jum'at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslimpun yg memohon sesuatu kepada Allah SWT dalam waktu tsb melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tsb jatuh setelah 'ashar". (HR. Abu Dawud) Maksudnya adalah sepanjang hari jum'at.
  4. Shalat Jum'at Rasulullah Saw bersabda, "Salat Jumat itu wajib atas tiap muslim dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan yaitu hamba sahaya, perempuan, anak kecil dan orang sakit". (HR.Abu Daud dan Al Hakim).

KESIMPULAN:
Tidak ditemukan dalil Sunnah Rasul tentang hubungan suami istri di hari Jum'at (malam Jum'at). Kajian HADIS yang ada adalah KEUTAMAAN BAGI LAKI LAKI YANG MENDATANGI MASJID LEBIH AWAL UNTUK SHALAT JUM'AT, BUKAN KEUTAMAAN BERHUBUNGAN SUAMI ISTRI DI MALAM JUM'AT. Satu hal lagi, Jangan lupa, yang namanya sunnah Rasulullah SAW itu pasti pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam urusan apapun dan urusan ibadah harus ada dalilnya baik dari Al Qur'an maupun sunnah Rasulullah SAW.

Oleh: Dedi Misbah [Sumber: Kajian Daarul Arqom]



Keagungan pribadi Muhammad dan kebenaran ajarannya tidak hanya diakui oleh umat Islam, melainkan juga oleh kaum cendekiawan Barat baik dari kalangan Nasrani maupun Yahudi. Berikut kami paparkan pernyataan beberapa cendekiawan Barat terhadap figur Muhammad saw.
  1. Karl Marx (1817-1883), ahli politik, filsafat, dan ahli ke­masyarakatan kelahiran Jerman. Dalam bukunya, Al-Hayat ia menulis: "Lelaki Arab yang telah menemukan kesalahan agama Nasrani dan agama Yahudi itu, melakukan pekerjaan yang sangat berbahaya di tengah-tengah kaum musyrik penyembah berhala, mendakwah mereka pada agama tauhid dan menanamkan keyakinan tentang keabadian roh. Maka layak bagi kita untuk mengakui kenabiannya, dan dia adalah rosul (pesuruh) langit untuk bumi.

    Dalam bukunya yang lain, Ro`sul Mal", Karl Marx menulis antara lain: "Risalah Nabi ini telah membuka zaman baru untuk ilmu, cahaya, dan pengetahuan, layak dicatat kata-kata dan perbuatannya dalam pola khusus operasional. Oleh karena pelajaran yang diberikannya adalah wahyu Allah yang diturunkan dan merupakan risalahnya juga, maka menjadi tugas dan kewajibannya untuk membersihkan kotoran-kotoran yang telah menimbuni risalah-risalah yang lalu akibat ulah orang-orang bodoh yang mengandalkan ajarannya tanpa dukungan or ang yang berakal."
  2. Sir Herbert Spencer (1820-1903), seorang filsuf kelahiran Cardiff, Inggris. Dalam bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Ushulul Ijtima antara lain menulis: "Hendaklah kalian menjadikan Muhammad sebagai perlambang politik agama yang tepat, dan seorang yang paling jujur dalam menerapkan sistemnya yang kudus di tengah-tengah umat manusia seluruhnya. Muhammad merupakan suatu sosok amanat yang dijelmakan dalam kejujuran yang murni, siang dan malam selalu tekun menghidupkan umatnya."
  3. Sydoe (1817-1893), adalah seorang orientalis dan sejarahwan besar Perancis. Tentang Muhammad, anggota persatuan cendekiawan Perancis ini menulis dalam bukunya, Khulasatu Tarikhil Arab," antara lain sebagai berikut: "Muhammad saw. telah menjadikan kabilah-kabilah Arab itu satu tatanan umat menuju satu tujuan. Sehingga semua orang melihat penjelmaannya sebagai suatu umat besar yang satu sisi sayap kerajaannya mencapai Spanyol dan sisi yang satu lagi mencapai India. Maka berkibarlah di mana-mana panji peradaban, ketika itu Eropa sedang dirundung kegelapan jahiliyah (kebodohan) pada abad- abad pertengahan."
  4. Dr. Wile (1818-1889), seorang orientalis berkebangsaan Perancis yang bekerja di Aljazair sebagai guru dan penerjemah. Dalam karyanya, Tarikhul Khulafa, ia menulis antara lain: "Muhammad layak mendapat kekaguman dan penghargaan kita sebagal reformis agung, bahkan dia patut juga diberi gelar nabi. Kita tak usah mendengarkan cerita orang-orang yang bermaksud jahat dan pendapat orang-orang ekstrem. Sungguh Muhammad itu seorang besar dalam agama dan pribadinya. Barangsiapa yang menyerangnya, jelas dia tidak mengerti dan melecehkan jasa-jasanya."
  5. Conte Henry de Castri (1853-1915), adalah seorang orientalis Dalam karyanya, Al-Islam, ia menulis antara lain: "Muhammad tidak membaca dan tidak menulis, seperti yang pernah dikatakan dirinya sendiri. Ia seorang nabi yang ummi. Dengan demikian ia tidak pernah membaca kitab suci, tidak pernah agamanya itu mengutip agama-agama terdahulu seperti yang dituduhkan orang dengan kebodohan. Sejarah Muhammad penuh mengandung pujian dan pengagungan kepadanya yang sudah tentu tidak diketahui oleh orang-orang yang tidak mengenalnya.

Keagungan pribadi Muhammad dan kebenaran ajarannya tidak hanya diakui oleh umat Islam, melainkan juga oleh kaum cendekiawan Barat baik dari kalangan Nasrani maupun Yahudi.
  1. Pastor Isaaq Tiles seorang agamawan kelahiran Bordeauz (1810-1897) menulis dalam bukunya Haqoiqut Tarikh, antara lain: "Kalau kita mau meneliti dengan seksama karya-karya Muhammad dan kenabiannya, kita tidak akan menemukan sesuatu pun yang mencela atau mengancam Nasrani, bahkan kita akan melihat garis pemisah antara kaum Yahudi dan kaum Nasrani.
    1. Islam datang menciptakan kebahagiaan dan peradaban. Muhammad sama halnya dengan Musa membolehkan poligami dan perbudakan, walau perbudakan itu sendiri tidak diajarkan dalam akidah Islam. Muhammad membolehkan pebudakan karena dalam keadaan darurat. Sedangkan poligami, Musa malah tidak mengharamkan dalam Tauratnya, dan Dawud juga tidak mengharamkan dalam Zaburnya. Kami wajib memahami bahwa akhlak Islam lebih luhur dari akhlak Nasrani."
  2. Monsier Deitet Vannan (1823-1879), adalah seorang orientalis Perancis yang pada tahun 1875 mengembara ke Timur. Dalam karyanya Asyi’ah Khoshoh bin Nuril Islam menulis, antara lain: "Sesungguhnya Al- Qur’an yang dibawa Muhammad itu telah mencatat adanya Kitab-kitab Suci yang lain, dan ia merupakan satu-satunya Kitab yang menyeru orang untuk bersikap lemah-lembut dan baik hati.
  3. Telah mengadu kepada Rosulullah Muhammad, salah seorang dari Bani Salim bin Auf yang bernama Al-Husein: "Ya Rosulullah, saya mempunyai orang-tua yang masih beragama Masehi dan keduanya enggan masuk agama Allah. Saya akan bermaksud memaksa keduanya." Rosulullah Muhammad menjawab, "Tidak ada paksaan dalam menganut agama, seperti yang tercantum dalam surat 109/Al- Kafirun ayat 6: "Bngi kamu agamamu, dan bagiku agamaku." juga tercantum dalam surat 29/ Al-Ankabut ayat 46: “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang lebih baik."
  4. Lev Nikolaevich Tolstoy adalah seorang filosof dan sastrawan besar Rusia menulis dalam bukunya, Siapakah Muhammad, antara lain: "Tahun pertama gerakan dakwahnya membawa Muhammad untuk menghadapi berbagai tantangan sebagaimana keadaan Nabi yang diutus sebelumnya yang mengajak umatnya kepada kebenaran. Tetapi tantangan-tantangan ini tidak mematahkan semangatnya. Bahkan Muhammad terus berdakwah, padahal ketika itu ia belum menyatakan bahwa dirinya sebagai Nabi yang satu. Tetapi datang sebagai penyempurna risalah-risalah sebelumnya dan mengajak kaumnya pada keyakinan seperti Nabi-Nabi sebelumnya."
  5. Edward Adams seorang orientalis dari Amerika dalam salah satu karyanya, menyatakan antara lain: "Negara Arab dulu, sebelum kenabian Muhammad, adalah negara yang tenggelam dalam kerusakan moral. Sulit bagi kita mencirikan kekacauan yang terjadi di setiap tempat. Kerusakan besar yang menyengsarakan rakyat pada masa itu dan kejahatan pada anak-anak (anak perempuan yang lahir dikubur hidup-hidup karena takut membawa petaka), pengorbanan manusia yang dilakukan atas nama agama, perang yang berkelanjutan antar suku, serta penduduk negeri yang selalu hidup kekurangan, serta tidak adanya tatanan hukum yang kuat. Semua itu mengakibatkan penghambaan dan perbudakan di antara manusia, bertambahnya kejahatan, pelecehan seksual dan kehormatan di antara manusia.
    Ketika itulah datang Muhammad saw. sebagai juru penerang risalah yang Maha Esa dan Maha Perkasa bagi seluruh alam yang di tangannya membawa petunjuk dan pembeda, yakni Al-1 Qur’an, dan di tangan kirinya membawa cahaya. Sesungguhnya, semua ini untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya dengan izin Tuhan Yang Mahamulia.
  6. Albornos Catian adalah seorang orientalis berkebangsaan Itali. Ia menulis tentang Muhammad dalam bukunya, Adyannul Arab antara lain: "Sesungguhnya keistimewaan Muhammad terletak pada kemampuannya yang menakjubkan sebagai seorang politikus yang bijak-bestari, lebih dari sekadar Nabi yang mendapat wahyu. Kiranya tidak seorang pun yang mengenali Muhammad, akan menjatuhkan kehormatannya, dan siapa yang melakukannya maka ia telah berbuat aniaya terhadap dirinya dan juga terhadap Muhammad.



Bismillah ... WAJIB BACA Selepas baca silakan share..
Daripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad saw bersabda:

"Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israq-kan........"

1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerikan untuk mengambil nyawanya,maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBU BAPAKNYA.

2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, diselamatkan oleh berkat WUDHUNYA YANG SEMPURNA.

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari siksaan itu.

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya,ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.

6. Aku melihat umatku coba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-benderang.

8. Aku melihat umatku coba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidak pun membalas bicaranya,maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya,lalu berbicara mereka dengannya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KARENA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.

BERSABDA RASULULLAH SAW: "SAMPAIKANLAH PESANANKU KEPADA UMATKU
YANG LAIN WALAUPUN DENGAN SEPOTONG AYAT"

اَللَّÙ‡ُÙ…َّ صَÙ„ِِّ عَÙ„َÙ‰ سَÙŠِّدِÙ†َا Ù…ُØ­َÙ…َّدٍ Ùˆَ عَÙ„َىآلِ. سَÙŠِّدِÙ†َا Ù…ُØ­َÙ…َّدٍ

Maha Suci Engkau ya Allah! Belum sempat kami Memuji-Mu , Sebagaimana Layaknya Engkau dipuji , Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Terpuji !

Maha Suci Engkau ya Allah , Betapa Kami Lalai Mengingat-Mu ya Allah, Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengingat!

Maha Suci Engkau ya Allah , Kami Kerap Lalai Mensyukuri Nikmat-Mu , Dan Tiada Tempat Kami Bersyukur Kecuali Kepada-Mu Ya Allah!

Maha Suci Engkau Ya Allah! Sesungguhnya , Tiada Daya Bagi Kami Untuk Menjangkau Dalam Memuja-Mu sebagaimana layaknya Engkau di puji!

Maha suci Engkau Ya Allah,dan aku memuji-MU dan aku bersaksi bahwa tiada Allah melainkan Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-MU...Aamiin ya Rabbal'alamin.

(♥ Subhanallah || Semoga Bermanfaat & Silahkan Di Share ♥)



1. Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.

2. Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Sayidatina ‘Aisyah menceritakan ‘Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumah tangga.

3. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai shalat.’

4. Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda teramat lapar waktu itu.. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada kerana Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, ‘Belum ada sarapan ya Khumaira?’ (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang bererti ‘Wahai yang kemerah-merahan’) Aisyah menjawab dengan agak serba salah, ‘Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.’ Rasulullah lantas berkata, ‘Jika begitu aku puasa saja hari ini.’ tanpa sedikit tergambar rasa kesal di raut wajah baginda.

5. Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami sedang memukul isterinya. Rasulullah menegur, ‘Mengapa engkau memukul isterimu?’ Lantas dijawab dengan agak gementar, ‘Isteriku sangat keras kepala! Sudah diberi nasihat dia tetap begitu juga, jadi aku pukul lah dia.’ ‘Aku tidak menanyakan alasanmu,’ sahut Nabi s. a.. w. ‘Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu kepada anak-anakmu?’

6. Pernah baginda bersabda, ’sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik, kasih dan lemah lembut terhadap isterinya.’ Prihatin, sabar dan rendah hati baginda dalam menjadi ketua keluarga langsung tidak sedikitpun menurunkan kedudukannya sebagai pemimpin umat..

7. Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan yang sudah melekat dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa kesombongan.

8. Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH langsung tidak dijadikan sebab untuknya merasa lebih dari yang lain, ketika di depan ramai maupun dalam kesendiriannya.

9. Pintu Syurga telah terbuka seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih lagi berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah hinggakan pernah baginda terjatuh lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak.

10. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi. Bila ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah, ‘Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?’ Jawab baginda dengan lunak, ‘Ya ‘Aisyah, apakah aku tak boleh menjadi hamba-Nya yang bersyukur.’



Dalam berdakwah kepada kaum musyrikin Mekah, Nabi Muhammad Rosulullah saw. sering dituntut menunjukkan mukjizat beliau. Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah, "Sesungguhnya Allah berkuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS. 6/Al-An’am: 37)

Di antara nabi dan rosul, hanya Muhammad saw. yang pa­ling banyak dianugerahi mukjizat oleh Allah SWT., antara lain:
 
  1. Al-Qur’an yang mengandung tiga pokok ajaran (1) keimanan, (2) akhlak/budi pekerti yang terpuji, dan (3) hukum-hukum yang mengatur hubungan antara manusia dengan sesamanya, dan manusia dengan lingkungan sekitarnya.
  2. membelah bulan menjadi dua bagian untuk memenuhi permintaan orang-orang musyrik yang menuntut bukti kebenaran kerosulannya. Saat (hari kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, "(ini adalah) sihir yang terus-menerus".(QS. 54/Al-Qomar: 1-2)
  3. Nabi Muhammad saw. menerima salam dari batu-batu di Mekah. (HR. Muslim dari Jabir bin Samuroh ra.)
  4. dapat memancarkan air dari celah-celah jemari tangannya, sehingga mampu memberi air minum orang banyak. (HR. Muslim dari Anas ra.)
  5. mampu memperbanyak makanan yang sedikit, sehingga cukup untuk mengenyangkan banyak orang yang turut dalam Perang Khondaq. (HR. Muslim dari Jabir bin Abdullah ra. dan dari Anas ra.)
  6. menyembuhkan bermacam penyakit yang berbahaya dan sukar sembuhnya, hanya dengan mengusap dan mendo`akannya. Salah satu contoh adalah mengembalikan biji mata salah seorang sahabatnya yang terlepas, sehingga matanya jauh lebih baik dari sebelumnya.
  7. kebenaran meramal peristiwa yang akan terjadi, dan kemudian peristiwa tersebutbenar-benar terjadi. Kebenaran ramalannya itu ada yang terbukti sewaktu beliau masih hidup seperti ramalannya tentang kemenangan orang-orang Islam atas kaum kafir Quraisy. Adapula ramalannya yang terbukti setelah beliau wafat, misalnya tentang kejatuhan Konstantinopel beliau ramalkan: "Kamu umat Islam, niscaya akan menaklukkan Konstantinopel. Di sanalah terdapat pemerintahan yang terbaik dan di sana pula terdapat ketentraman yang terbaik." Ramalan tersebut telah menjadi kenyataan dalam sejarah, yakni ketika Konstantinopel di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Al-Ghozi yang dikenal juga dengan nama Abdul Fatah pada tahun 857 H. Kini Konstantinopel menjadi negara Islam Turki beribu kota An­kara.

Ramalan Nabi Muhammad Rosulullah saw. yang juga terbukti adalah, akan dikuasainya umat Islam oleh kaum kafir karena umat Islam lebih cinta dunia dan takut mati. Sekarang ini sudah dapat dikatakan bahwa umat Islam dikuasai oleh umat kafir. Orang-orang kafir dari berbagai bangsa bahu-membahu untuk melenyapkan kekuatan orang muslim, dan merampas apa yang ada dalam kekuasaan mereka. Salah satu contohnya yang terjadi pada tahun 2003, bersatunya Amerika Serikat, Inggris, Australia, Spanyol, dan lain-lainnya menghancurkan kekuatan bangsa Afganistan dan Irak. Lalu mereka menjajahnya demi menguasai sumber minyak dan demi suksesnya misi mereka di Timur Tengah, di antaranya kristenisasi.

Dan pada 2011 ini pasukan koalisi (antara lain AS, Inggris, Perancis, Itali, dan Kanada) menggempur Libya. Tujuan serangan mereka tidak lain untuk menguasai cadangan minyak bumi negeri muslim itu. Jadi bohong besar jika serangan mereka beralasan melindungi rakyat sipil. Sebab faktanya ratusan rakyat sipil yang tidak berdosa menjadi korban serangan mereka.




"TIADA KAMI utus engkau (Muhammad), melainkan untuk seluruh umat manusia, membawa kabar gembira dan memberi peringatan, namun kebanyakan manusia tidak mengetahui." (Q.S Saba; 28)

Muhammad saw. adalah putra dari Aminah binti Wahab dan Abdullah bin Abdul Muthalib -- wafat sewaktu Nabi masih dalam kandungan. Ia dilahirkan di Mekah kurang lebih 200 meter dari Masjidil Haram pada Senen menjelang terbit fajar, 12 Rabiul Awal tahun Gajah (20 April 571 M). Tempat kelahiran Nabi itu kini dijadikan perpustakaan"Maktabah Makkah Al-Mukarramah." Penamaan tahun Gajah itu sendiri karena waktu itu bala tentara pimpinan Abraha, Gubernur Yaman menyerang Ka'bah dengan mengendarai Gajah. Namun Abraha beserta pasukannya berhasil dihancur-lumatkan oleh pasukan burung ababil yang diperintah oleh Allah SWT menghujani mereka dengan batu-batu dari tanah yang terbakar (Q.S Al-Fiil; 1-5).

Sebagaimana anak-anak bangsawan lainnya, Muhammad disusukan pada wanita Badiyah (sebuah dusun di padang pasir) bernama Halimah Abi Dzubaidah As Sa'diyah dari Bani Sa'adKabilah Hawazin. Di perkampungan Bani Sa'ad inilah ia dibesarkan sampai usia lima tahun. Setelah itu diasuh sendiri oleh Aminah. Satu tahun kemudian, sewaktu Muhammad berumur enam tahun, Aminah meninggal dunia. Sejak itu Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Tidak lama kemudian kakeknya juga meninggal dunia, maka ia dibesarkan oleh pamannya, Abu Thalib.

Ketika menginjak usia 12 tahun, Muhammad diajak pamannya berdagang ke negeri Syam. Sesampainya mereka di kota Bushra, ada seorang pendeta Kristen bernama Buhira yang memperhatikan Muhammad dan terperanjat menyaksikan adanya tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad sesuai benar dengan yang diceritakan dalam Injil. Pendeta Buhira kemudian menyarankan kepada Abu Thalib agar segera membawa Muhammad pulang kembali, karena ia khawatir orang-orang Yahudi akan mengetahuinya. Selanjutnya Buhira berpesan supaya Abu Thalib memelihara dan menjaga keponakannya baik-baik, karena ia calon pemimpin umat.

Memang, sejak anak-anak Muhammad saw. telah menunjukkan sifat-sifat seorang pemimpin. Ia melaksanakan pekerjaannya sebagai pengembala kambing dengan sebaik-baiknya. Berbagai catatan sejarah, termasuk yang ditulis oleh pakar-pakar Barat, mengakui bahwa Muhammad saw. seorang figur yang sangat cerdas dan memiliki daya ingat sangat kuat, rendah hati dan penuh kasih sayang kepada sesamanya, senantiasa menjauhi perbuatan keji dan kotor, jujur dalam setiap tindak-lakunya, serta lembut dan benar perkataannya sehingga masyarakat memberinya gelar Al-Amin (orang yang dapat dipercaya).

Ketika menginjak usia 25 tahun, Muhammad dipercaya oleh seorang wanita terhormatyang kaya raya bernama Khadijah binti Khuwalid untuk menjual barang-barang dagangannya ke Syiria. Ketika itu Muhammad saw. ditemani oleh pembantu Khadijah bernama Maisarah. Segala perilaku dan tutur kata Muhammad yang sangat terpuji sehingga seluruh barang dagangan terjual habis dalam waktu relatif singkat dan mendapat untung besar, oleh Maisarah diceritakan kepada Khadijah. Sejak itu Khadijah terpikat oleh kepribadian Muhammad, dan tidak lama kemudian Allah SWT mentakdirkan keduannya sebagai suami istri. Usia Khadijah ketika itu 40 tahun --lima belas tahun lebih tua dari Nabi. Muhammad dan Khadijah dikaruniai anak, tiga putra dan empat putri. Ketiga putranya, Al-Qasim, Abdullah, dan Thayyib meninggal sewaktu kecil. Empat putrinya, ialah Zainab, Ruqayyah, Ummu Kaltsum dan Fatimah.

Sewaktu Muhammad saw. berusia 35 tahun, Mekah dilanda banjir besar sehingga merobohkan Ka'bah. Setelah musibah banjir tersebut, kaum Quraisy membangun Ka'bah kembali. Ketika pembangunan Ka'bah telah usai, para pembesarnya bertengkar tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad pada posisinya semula. Untuk menghindari permusuhan diantara mereka, akhirnya disepakati bahwa siapa yang masuk Masjidil Haram lebih dulu, ialah yang berhak meletakkan Hajar Aswad. Ternyata yang memasuki Masjidil Haram lebih dulu adalah Muhammad saw.

"Inilah Muhammad Al-Amin. Kami rela kepadanya," komentar sebagian pembesar Quraisy gembira, karena yang mereka setujui adalah orang yang jujur dan benar tutur katanya. Muhammad saw. menyambut baik penunjukkan atas dirinya. Sekalipun ia satu-satunya yang dipercaya melakukan tugas tersebut, namun Muhammad selaku orang muda merasa perlu memberikan penghormatan kepada pembesar-pembesar Quraisy. Untuk itu Muhammad saw. membentangkan kain sorbannya di tanah, lalu meletakkan Hajar Aswad di atasnya, kemudian memanggil empat kepala suku dari bangsa Quraisy untuk mengangkat empat sudut kain sorban itu, sedangkan ia yang memegangi Hajar Aswad dan meletakkannya di tempatnya semula.

Pada usia 40 tahun, Muhammad menerima wahyu pertama ketika berkhalwat (menyepi untuk beribadah guna mendekatkan diri kepada Allah SWT) di Gua Hiro'. Sejak itulah ia diangkat menjadi seorang Nabi dan mulai menyiarkan agama Islam secara diam-diam, sesuai dengan perintah Allah SWT. Orang-orang pertama yang beriman kepadanya, ialah; Abu Bakar (dari kalangan orang tua), Khadijah binti Khuwalid (dari kaum wanita), Ali bin Abi Thalib (dari golongan anak-anak), dan Zaid bin Haritsah (dari golongan budak). Beberapa waktu kemudian, kalangan elit kaum Quraisy pun menyatakan memeluk Islam, antara lain; Utsman bin Affan, Zubair bin Al-Awam, Abdurrahman bin Auf, Abdullah bin Mas'ud, Sa'ad bin Abi Waqas, dan Thalha bin Ubaidillah.

Kurang lebih selama tiga tahun Nabi Muhammad saw berdakwah secara diam-diam, sampai "turun" wahyu yang memerintahkannyauntuk berdakwah secara terang-terangan, sesuai dengan perintah Allah SWT. "Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala sesuatu yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik." (Q.S AL-Hijr; 94). Sambutan penduduk Mekah pada mulanya menggembirakan, namun kemudian para pemimpin dan kalangan elit Quraisy sangat terhina oleh seruan Nabi untuk meninggalkan kebiasaan menyembah berhala karena itu bukan Tuhan. Sedangkan Tuhan yang patut disembah ialah Allah SWT Yang Maha Esa. Sejak itu mereka melakukan penganiayaan terhadap Nabi dan para pengikutnya.

Guna menghindari penganiayaan orang-orang kafir Quraisy lebih lanjut, Nabi saw. memerintahkan pengikutnya Hijrah (pindah) ke Habsyah (Habsyi), karena disana ada Raja Najasyi yang mengakui kebenaran ajaran Nabi karena datang dari zat yang menurunkan risalah Isa as. Yang pergi pada saat itu 15 orang, terdiri dari 11 orang pria dan 4 wanita. Kelompok kedua yang menyusul berhijrah 76 orang, terdiri dari 63 pria dan 13 wanita.

Dari hari ke hari pengikut Nabi saw. semakin bertambah, sehingga kaum Quraisy merencanakan pembunuhan terhadap Nabi saw. Berkat usaha Abu Thalib, Nabi dapat diselamatkan. Orang-orang kafir Quraisy akhirnya memboikot keluarga Nabi dan para pengikutnya. Semua orang kafir dilarang mengadakan hubungan kekeluargaan dan dagang dengan orang-orang Islam, hingga Nabis beserta seluruh pengikutnya memakan dedaunan sampai selama sekitar tiga tahun.

Masa pemboikotan itu berakhir pada tahun ke 10 kenabian. Pada waktu itulah, Abu Thalib yang membela beliau mati-matian hingga meninggal dunia. Dengan sendirinya semakin bertambah hebat gangguan kaum Quraisy kepadanya. Selanjutnya Nabi bersama Zaid bin Haritsah berdakwah ke Thaif, untuk berdakwah pada kabilah Tsaqif. Sambutan kabilah Tsaqif sangat tidak manusiawi. Mereka melempari Nabi dengan batu, hingga tumit beliau terluka.

Keadaan di Mekah semakin mengancam jiwa Nabi saw, oleh karena itu beliau memutuskan Hijrah ke kota Yatsrib yang kemudian lebih dikenal dengan nama Madinah, sebab Islam sudah berkembang disana melalui orang-orang Yatsrib yang ketika mengunjungi Ka'bah bertemu Nabi dan menerima ajarannya. itu terjadi pada tahun ketiga belas kenabian. Sebelum sampai di Madinah, Nabi saw singgah di kota kecil Kuba untuk beberapa waktu lamanya dan sempat mendirikan masjid disana. Setelah cukup lama tinggal di Kuba, Nabi melanjutkan perjalanan ke Madinah. Di Kota ini pun Nabi membangun Masjid bersama-sama dengan kaum Muhajirin (sebutan bagi orang-orang Islam yang berasal dari Mekah) dan kaum Anshor (sebutan bagi orang Islam yang berasal dari Madinah).

Pada hari sabtu, 25 Dzul Qa'dah, tahun Hijrah, Nabi beserta para pengikutnya yang telah mencapai jumlah ribuan menunaikan ibadah Haji untuk pertama kalinya sekaligus sebagai Haji Wada'. Sekalipun umat Islam kala itu sudah sangat kuat, namun Rasulullah saw. tidak menyimpan dendam terhadap orang-orang kafir Quraisy yang pernah menganiaya beliau dan pengikutnya. Bahkan Rasulullah saw. menjamin hak-hak hidup mereka. Beberapa bulan setelah Haji Wada' Beliau sakit keras dan wafat. Tepatnya pada hari Senin, 12 Rabiul Awal, dalam usia 63 Tahun.

Blog Info