-
Do you need help?
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan

Saya Terima Nikahnya si dia binti ayah si dia dengan Mas Kawinnya..... DiBayaaaar Kontaaan.
Singkat, padat dan jelas..
Tapi tahukan makna PERJANJIAN/IKRAR tersebut ?
Maka aku tanggung dosa2nya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat..
Semua yang berhubungan dengan si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak2ku..
Jika aku GAGAL ?
Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku. (HR. Muslim)
Duhai para istri :
Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab terucap, Arsy-NYA berguncang karena beratnya perjanjian yang di buat olehnya di depan ALLAH dengan di saksikan para malaikat dan manusia..
Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu.
Maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu,
SubhanALLAH.
Maka aku tanggung dosa2nya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat..
Semua yang berhubungan dengan si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak2ku..
Jika aku GAGAL ?
Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku. (HR. Muslim)
Duhai para istri :
Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab terucap, Arsy-NYA berguncang karena beratnya perjanjian yang di buat olehnya di depan ALLAH dengan di saksikan para malaikat dan manusia..
Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu.
Maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu,
SubhanALLAH.

Seorang isteri idaman harus memahami arti pentingnya aqidah islamiyah yang shahihah, karena sah tidaknya suatu amal tergantung kepada benar dan tidaknya aqidah seseorang. Isteri idaman adalah sosok yang selalu bersemangat dalam menuntut ilmu agama sehingga dia dapat mengetahui ilmu-ilmu syar’i baik yang berhubungan dengan aqidah, akhlak maupun dalam hal muamalah sebagaimana semangatnya para shahabiyah dalam menuntut ilmu agama Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk menghilangkan kebodohan mereka dan beribadah kepada Allah di atas cahaya ilmu.
Sebagaimana riwayat dibawah ini:
Dari Abu Said Al Khudri dia berkata: Pernah suatu kali para muslimah berkata kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Kaum laki-laki telah mengalahkan kami, maka jadikanlah satu hari untuk kami, Nabi pun menjanjikan satu hari dapat bertemu dengan mereka, kemudian Nabi memberi nasehat dan perintah kepada mereka. Salah satu ucapan beliau kepada mereka adalah: “Tidaklah seorang muslimah di antara kalian yang ditinggal mati tiga anaknya, kecuali mereka sebagai penghalang baginya dari api nereka. Seorang muslimah bertanya: “Bagaimana kalau hanya dua?” Beliau menjawab: “Juga dua.” (HR. Al-Bukhari No 1010)
Seorang isteri yang aqidahnya benar akan tercermin dalam tingkah lakunya misalnya:
- Dia hanya bersahabat dengan muslimah yang baik.
- Selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Rabbnya.
- Bisa menjadi contoh bagi muslimah lainnya.
Akhlak Isteri Idaman.
- Berusaha berpegang teguh kepada akhlak-akhlak Islami yaitu: Ceria, pemalu, sabar, lembut tutur katanya dan selalu jujur.
- Tidak banyak bicara, tidak suka merusak muslimah lain, tidak suka ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba).
- Selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan isteri suaminya yang lain (madunya) jika suaminya mempunyai isteri lebih dari satu.
- Tidak menceritakan rahasia rumah tangga, diantaranya adalah hubungan suami isteri ataupun percekcokan dalam rumah tangga. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya di antara orang yang terburuk kedudukan-nya disisi Allah pada hari kiamat yaitu laki-laki yang mencumbui isterinya dan isteri mencumbui suaminya kemudian ia sebar luaskan rahasianya.” (HR. Muslim 4/157)
Isteri idaman di rumah suaminya
- Membantu suaminya dalam kebaikan. Merupakan kebaikan bagi seorang isteri bila mampu mendorong suaminya untuk berbuat baik, misalnya mendo-rong suaminya agar selalu ihsan dan berbakti kepada kedua orang tuanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala, yang artinya: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah.” (Al Ahqaf 15)
- Membantunya dalam menjalin hubungan baik dengan saudara-saudaranya.
- Membantunya dalam ketaatan.
- Berdedikasi (semangat hidup) yang tinggi.
- Ekonomis dan pandai mengatur rumah tangga.
- Bagus didalam mendidik anak.
Penampilan Istri Idaman:
- Di dalam rumah, seorang isteri yang shalehah harus selalu memperhatikan penampilannya di rumah suaminya lebih-lebih jika suaminya berada di sisinya maka Islam sangat menganjurkan untuk berhias dengan hal-hal yang mubah sehingga menyenangkan hati suaminya.
- Jika keluar rumah, seorang isteri yang sholehah harus memperhati-kan hal-hal berikut: Harus minta izin suami, Harus menutup aurat dan tidak menampakkan perhiasannya, Tidak memakai wangi-wangian, Tidak banyak keluar kecuali untuk tujuan syar’i atau keperluan yang sangat mendesak.
Sumber:mediamuslim.info

“Janganlah Menjadi Suami Yang Menyebalkan Istri”
1. Mas bro, suami yang jengkelin istri adalah yang malas mencari nafkah, numpang idup pada orang tua apalagi pada istrinya malu jadi benalu!
2.Mas bro, suami yang menjengkelkan adalah yang giat bekerja cari nafkah tapi lupa membaginya pada keluarga gaji hanya dinikmati sendiri BAKHIL!
3.Mas bro, istri jengkel pada suami yang malas diajak silaturahmi ke sanak saudara Silaturahmi itu lapangkan rizki berkahi umur, mas bro!
4.Mas bro, istri itu jengkel pada suami yang bisa cekikikan di telepon dengan teman wanita dari kantor tapi jutek bila berurusan dengan istri sendiri
5.Mas bro, suami yang menjengkelkan itu adalah yang kerajinan main futsal, nge-gym, naik sepeda, tapi gak ada waktu jalan2 ama anak-istri.
6.Mas bro, suami yang bikin kesel itu adalah yang suka makan nafkah haram padahal istri udah nangis2 tolak nafkah haram rizki halal itu luas bung!
7.Mas bro, istri jengkel pada suami yang gak mau ikut ngasuh anak alasannya itu urusan perempuan lha kan ‘bikinnya’ barengan? Tanggung jawab dong!
8.Mas bro, suami yang ngeselin itu adalah yang lebih apik ngurus burung peliharaan tapi cuek liat anak sendiri belepotan iler karena belum mandi sore.
9.Mas bro, suami yang jengkelin itu adalah yang gampang cacimaki istri tapi santun banget pada klien dan atasan istighfar bro!
10.Mas bro, suami yang jengkelin itu adalah ynag malas ibadah padahal waktu nikah istrinya pengen banget liat suaminya jadi imam sejati.
11.Mas bro, istri itu jengkel pada suami yang gampang main tampar inget bro istri itu bukan sansak tinju tapi amanah dari Allah bakal ada hisab!
12.Mas bro, istri itu sebel liat suami gak mau makan masakannya padahal udah 1/2 mati belajar masak sampe jempol melepuh hargai dong!
13.Mas bro, istri tuh jengkel liat suami lebih senang kongkow2 ama temen2mu ketimbang kumpul bareng famili atau ikut ngaji.
15.Mas bro, istri sedih dan dongkol kalau suaminya belagak majikan di rumah tangga istri dianggap pembantu atau pegawai outsourcing.
16.Mas bro, istri sebel banget baca sms-mu yang obral kata ‘beib’ or ‘say’ pada temen kerja wanita itu selangkah to selingkuh.
17.Mas bro, suami yang jengkelin adalah yang saat berantem ama istrinya gak buru-buru minta maaf dan gembirakan hatinya tinggi hati?
18. Inget pesen Nabi SAW.:
“Bertakwalah kepada Allah dalam urusan wanita …
“Bertakwalah kepada Allah dalam urusan wanita …
19.Karena kalian menikahinya dengan amanah Allah dan menghalalkan farjinya dengan kalimatullah”(HR. Bayhaqi) istri itu amanah dari Allah!
20.Inget mas bro, sebaik-baik lelaki kata Nabi adalah yang paling baik pada istrinya be romantic, be patient & be islamic yuk jadi suami dambaan.
by @IwanJanuarCom

Oleh A. Fatih Syuhud
Suami adalah pemimpin rumah tangga (QS An Nisa 4:34) yang membawahi dan membimbing istri dan anak. Seorang yang diserahi amanah memimpin haruslah memiliki perilaku layaknya seorang peimpin. Tanpa itu, maka ia tidak layak menjadi pemimpin. Status kepemimpinannya dipertanyakan. Minimal, ia tidak memiliki kharisma sebagai pemimpin yang disayang, dihormati dan ditaati oleh istri. Banyak perilaku atau kebiasaan suami yang tidak disukai istri. 10 perilaku berikut hanyalah sebagian di antaranya.
Satu, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan kasar dalam bertutur kata. Istri mana yang suka pada suami yang ringan tangan memukul dan menampar saat terjadi konflik atau pertengkaran kecil atau besar? Adakah istri yang suka suaminya berkata kasar padanya? Tidak ada. Kekerasan fisik dan ucapan kasar adalah kesalahan besar yang tidak hanya akan menyakiti, tapi juga akan sulit dilupakan sepanjang hidup.
Satu, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan kasar dalam bertutur kata. Istri mana yang suka pada suami yang ringan tangan memukul dan menampar saat terjadi konflik atau pertengkaran kecil atau besar? Adakah istri yang suka suaminya berkata kasar padanya? Tidak ada. Kekerasan fisik dan ucapan kasar adalah kesalahan besar yang tidak hanya akan menyakiti, tapi juga akan sulit dilupakan sepanjang hidup.
Dua, pengangguran dan pemalas. Sebagai kepala rumah tangga, maka suami mempunya tanggung jawab finansial untuk membiayai kehidupan keluarga, anak dan istri. Maka, sungguh sesuatu yang sangat menjengkelkan melihat suami tidak kerja dan pemalas. Karena lowongan pekerjaan di zaman sekarang pasti ada kalau ada kemauan.
Tiga, anti kritik dan suka menyalahkan. Menjadi pemimpin rumah tangga bukan berati anti kritik. Suami yang tidak mau menerima saran dan nasihat istri berarti kurang besar jiwanya. Padahal salah satu ciri pemimpin yang baik adalah besar hati dan lapang dada untuk menerima segala macam masukan dari manapun datangnya. Apalagi dari istri.
Empat, tidak mau berbagi tugas. Memang, tugas utama dalam keseharian rumah tangga dan mengurus serta mendidik anak adalah tugas istri. Namun, suami tidak boleh berpangku tangan dan menyerahkan 100% tugas pada istri. Ada situasi di mana suami juga harus ikut terlibat di dalamnyat. Sebagaimana keuangan rumah tangga sepenuhnya menjadi tanggung jawab suami, namun istri perlu turun tangan apabila suami dalam situasi yang tidak mampu mengatasi masalah ini sendirian.
Lima, kurang transparan. Keterusterangan pada istri dalam banyak hal kecil dan besar adalah langkah penting untuk mendapat kepercayaan istri. Biarkan istri mengetahui daftar kontak dan isi SMS di ponsel suami. Pendapatan total perbulan dan seluruh daftar teman dan kegiatan suami di luar jam kerja.
Enam, perbandingan,. Istri sangat tidak suka apabila dibandingkan dengan wanita lain terutama yang memiliki kelebihan darinya. Kalau mau membuat perbandingan, bandingkan istri dengan perempuan yang memiliki kekurangan darinya karena itu tanda apresiasi.
Tujuh, poligami. Poligami memang halal (QS An Nisa 4:3) namun tidak semua yang halal harus diamalkan. Bagi seorang istri poligami sangat menyakitkan. Istri mungkin saja rela berbagi apapun kecuali berbagi suami. Suami hendaknya menghindari poligami kecuali dalam keadaan darurat seperti libido suami yang tinggi sehingga tidak mampu dilayani seorang istri atau istri tidak lagi mampu melayani suami dengan baik karena faktor sakit, dan lain-lain.
Delapan, selingkuh. Perselingkuhan banyak ragam dan macamnya. Mulai dari sekedar teman curhat di kantor, melaui SMS, Facebook, BBM sampai yang tingkat lanjut seperti nonton atau jalan-jalan bareng, dan perzinahan. Semuanya haram dalam Islam (QS Al-Isra 17:32) dan menyakitkan bagi istri.
Sembilan, kurang perhatian dan apresiasi. Istri yang sudah bekerja keras mengurus anak dan rumah tangga tentu memerlukan apresiasi dari suami sebagai bukti bahwa suami sangat menghargai. Bentuk perhatian itu bisa bermacam-macam baik secara pujian lisan atau perbuatan. Istri yang ikhlas pun akan merasa jengkel kalau kerja kerasnya tidak mendapatkan apresiasi yang pantas.
Sepuluh, fasiq. Suami fasiq adalah suami yang tidak atau jarang melakukan kewajiban agama dan sering melanggar larangan Islam. Ketidaktaatan pada agama adalah pangkal dari kejahatan yang lain. Kalau pada Allah tidak takut, apalagi pada istri.[]
* Ditulis untuk Buletin Santri PP Al-Khoirot Malang

Apakah seorang suami dibolehkan menikmati bagian tubuh istrinya yang mana saja ia sukai sekalipun dengan cara memaksanya?
Pertanyaan
Dalam Al-Qur'an, surat al-Nisa (4) dijelaskan bahwa wanita harus menyerahkan fisiknya (kepada suaminya). Dalam kitab tafsir al-Mizân karya Allamah Thaba'thaba'i terdapat penjelasan mengenai ayat tersebut bahwa wanita berkewajiban untuk menyerahkan fisiknya sepenuhnya (kepada suaminya).
1.Apakah yang dimaksud dengan menyerahkan fisik sepenuhnya itu?
2.Apakah –berdasarkan hukum ini- suami dibolehkan menikmati bagian tubuh istrinya yang mana saja ia sukai sekalipun dengan cara memaksanya?
3.Apa hukum wanita yang tidak mau mentaati keinginan seksual suaminya atau pelayanannya sangat lemah sehingga mengecewakan suaminya?
1.Apakah yang dimaksud dengan menyerahkan fisik sepenuhnya itu?
2.Apakah –berdasarkan hukum ini- suami dibolehkan menikmati bagian tubuh istrinya yang mana saja ia sukai sekalipun dengan cara memaksanya?
3.Apa hukum wanita yang tidak mau mentaati keinginan seksual suaminya atau pelayanannya sangat lemah sehingga mengecewakan suaminya?
Jawaban Global
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Perhatikanlah beberapa jawaban yang kami peroleh dari sebagian kantor marja' agung taklid berikut ini:
Kantor Hadhrat Ayatullah Agung Imam Ali Khamene'i Hf:
Jawaban atas pertanyaan 1 dan 2
Maksud dari penyerahan fisik sepenuhnya bukanlah berarti bahwa si suami dibolehkan melakukan hal-hal yang dianggap tidak etis atau sangat dimakruhkan (makruh syadid) atau memaksa istrinya sehingga menyebabkan ia sakit hati. Tetapi yang dimaksud dengan penyerahan fisik sepenuhnya ialah bahwa si suami dibolehkan melampiaskan syahwat seksualnya kepada istrinya kapan saja ia kehendaki sesuai dengan yang wajar dan dibenarkan oleh syariat Islam. Dan istri pun diwajibkan mentaati kehendak suaminya ketika tidak terdapat suatu halangan apapun, baik secara syar'i (seperti haid), aqli (menurut akal sehat) maupun 'urfi (menurut pandangan masyarakat umum).
3.Apabila istri menolak untuk menyerahkan fisiknya (untuk dinikmati oleh suaminya sementara tidak terdapat halangan apapun) maka ia berdosa besar dan kewajiban suami dalam memberikan nafkah menjadi gugur.
Kantor Hadhrat Ayatullah Agung Fadhil Langkarani Ra:
Yang dimaksud dengan penyerahan fisik sepenuhnya oleh pihak istri adalah penyerahan yang wajar dan logis. Dan melakukan hubungan seksual dengan istri melalui dubur hukumnya –secara ihtiyâth wâjib- adalah haram. Dan jika dilakukan dengan restunya pun hukumnya adalah sangat dimakruhkan (makruh syadid). Suami pun tidak dibolehkan memaksa istrinya untuk mengisap alat vitalnya. Dan hukumnya haram memaksa istri untuk melakukan hal-hal yang tidak wajar dan tidak logis.
Kantor Hadhrat Ayatullah Agung Ali Sistani Hf:
Pertama –sehubungan dengan pengamalan terhadap hukum-hukum syariat- bahwa tugas si mukallaf adalah mengamalkan fatwa seorang marja' taklid yang a'lam (lebih pandai dalam melakukan istinbâthhukum) karena penafsiran itu tidak bisa dianggap sebagai penjelas hukum syariat (bagi si mukallid).
Kedua bahwa seorang istri diwajibkan untuk menyerahkan fisiknya sepenuhnya kepada suaminya demi melampiaskan syahwat seksualnya di antaranya adalah melakukan hubungan suami istri (jimak) yang dilakukan secara syar'i (dan sesuai dengan fitrah insaniah). Terdapat banyak riwayat yang menjelaskan hal itu. Jika istri tidak mentaati suaminya (dalam hal itu dan tidak terdapat halangan apapun) maka ia dianggap telah nusyuz (membangkang) sehingga ia terkena hukum-hukum wanita nusyuz (di antaranya adalah nafkah atasnya menjadi gugur). Untuk mengetahui penjelasan secara rinci silahkan rujuk kitab "Taudhih al-Masâil". Wallahu al-'Alim.
Kantor Hadhrat Ayatullah Agung Makarim Syirazi Hf:
Yang dimaksud dengan peyerahan fisik istri sepenuhnya ialah bahwa istri wajib merestui kehendak suaminya untuk melakukan hubungan seksual pada batas-batas yang wajar dan logis. Adapun hal-hal yang tidak wajar dan tidak syar'i seperti melakukan jimak (senggama) lewat dubur, maka istri tidak diwajibkan mentaati kehendak suaminya. Dan jika pada hal-hal yang wajar istri tidak mau mentaati suaminya, maka ia dianggap sebagai wanita nusyuz (pembangkang).

Suami adalah pemimpin dalam keluarga. Sebagaimana layaknya seorang pemimpin, ia harus menjadi teladan dan memegang tanggung jawab penuh atas orang-orang yang dipimpinnya. Memang tidak ada dalil yang secara jelas mengungkapkan bahwa surganya seorang suami tergantung pada sikapnya terhadap sang istri, tapi beberapa firman Allah dan sabda Rasulullah berikut ini dapat menggambarkan bahwa perlakuan yang baik dan sesuai dengan syariat Islam, akan mendapatkan ridha Allah sehingga akan menuntunnya menuju surga-Nya. Inilah 6 Kunci Surga Seorang Suami:
- Memperlakukan istrinya dengan baik
- Memberi istrinya makan, pakaian, dan mendidiknya
- Mengajarkan ilmu agama
- Mewajibkan istri melaksanakan ajaran Islam
- Berlaku adil terhadap istrinya
- Tidak membuka rahasia istrinya
Demikianlah kewajiban yang harus ditunaikan seorang suami terhadap istrinya. Dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban tersebut, maka sempurnalah seorang suami dalam memimpin keluarganya. Dengan begitu Allah pun akan memandangnya dengan tatapan rahmat, serta bersiap membukakan pintu surga untuknya. Allohumma Aamiin..

Ternyata ada tujuh point terpenting yang mesti kita pahami kawan, diantaranya yaitu:
Meluruskan niat/motivasi (Ishlahun Niyat)
Benerlah siapa yang ingin menikah maka luruskan niat kita dulu. Niat menikah tentunya karena Allah SWT karena menikah adalah ibadah. Karena menikah juga merupakan perintahNya. Coba kawan dicek dalam Al-Qur’an surah An-Nur ayat 32. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kaurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. An-Nur : 32).
Oya nikah juga merupakan sunah Nabi, jadi dalam proses nikah hingga pasca pernikahan nanti kita wajib mencontoh Nabi. Contohnya ketika diawal memilih pasangan hidup menurut Nabi hendaknya yang dipilih adalah agamanya, kemudian pada saat walimatul ursy sebaiknya tidak berlebihan karena kita tahu Nabi mengajarkan kita untuk selalu bersikap hidup sederhana (tidak boros) dan dalam berumah tangga hendaknya kita membiasakan diri dengan adab dan akhlaq seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Begitu kawan. Setuju yah.
Sikap Saling terbuka (Mushorohah)
Sikap saling terbuka disini yang saya pahami adalah ketika sudah menjadi suami dan istri maka hal–hal yang sebelumnya haram menjadi halal. Misalnya secara fisik kita sudah halal untuk bersentuhan. Selain itu juga sikap saling keterbukaan ini dapat memupuk sikap saling percaya (tsiqoh) diantara suami dan istri karena adanya rasa keinginan saling mengenal satu dengan yang lainnya entah itu sifat kepribadian, kebiasaan, kesenangan, ketidaksukaan sehingga suami/istri merasa nyaman.
Sikap toleran (Tasamuh)
Sudah pasti ketika berumah tangga suami dan istri memiliki kebiasaan, pemikiran yang berbeda-beda sehingga akan timbul konflik/perdebatan dalam rumah tangga. Sehingga sikap toleran ini sangat penting bagi kehidupan suami istri untuk memujudkan keluarga yang tetap harmonis. Dan dalam hal ini sikap toleran juga menuntut adanya sikap saling memaafkan, yang meliputi 3 (tiga) tingkatan, yaitu: (1) Al Afwu yaitu memaafkan orang jika memang diminta, (2) As-Shofhu yaitu memaafkan orang lain walaupun tidak diminta, dan (3) Al-Maghfiroh yaitu memintakan ampun pada Allah untuk oran lain.
Komunikasi
Komunikasi ini sangat penting karena dengan komunikasi katanya akan meningkatkan sikap saling cinta antar pasangan. Komunikasi juga untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman. Karena saya juga melihat beberapa keluarga yang tetap harmonis kuncinya adalah komunikasi yang tetap terjaga dan tidak pernah putus hmm. Apalagi bagi suami dan istri yang memiliki kesibukan masing-masing, sehingga dengan komunikasi ini memberikan rasa perhatian, saling mendengar, dan memberikan respon. Zaman sekarang komunikasi sudah cukup canggih bisa via telephone, email, whats app, skype, dan sebagainya.
Oya point komunikasi ini bisa mengingatkan kita kepada kisah keluaraga Ibrahim As. Dalam surah As-Shaaffat ayat 102. “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS. As-Shaaffat: 102).
Ibroh yang dapat diambil dari ayat tersebut adalah komunikasi timbal balik antara orang tua dengan anak. Nabi Ibrahim mengutarakan pendapatnya dengan bahasa dialog bukan menetapkan keputusannya sendiri, sehingga adanya keyakinan yang kuat kepada Allah, adanya tunduk dan patuh atas perintah Allah dan adanya tawakal kepada Allah SWT, sehingga Allah menggantikan Ismail dengan seekor kibas yang sehat dan besar.
Sabar dan syukur
Yah, sabar dan syukur dalam berumah tangga memang sangat dianjurkan. Pasalnya setiap ujian dalam berumah tangga harus disikapi dengan rasa sabar seperti pada pasangan suami/istri terdapat kekurangan/kelemahan sehingga perlu disikapinya dengan sabar. Kemudian disikapi rasa syukur atas rezeki yang Allah berikan kepada suami dan tidak banyak menuntut khusus untuk istri karena kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita, disebabkan istri yang kurang bersyukur terhadap pemberian suaminya. Dan apabila kita bersyukur maka Allah akan melebihkan nikmatNya lagi untuk kita. Bisa dilihat dalam firman Allah surah Ibrahim ayat 7: “Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih” (QS.Ibrahim : 7).
Sikap yang santun dan bijak
Sikap santun dan bijak dari seluruh anggota keluarga dalam berinteraksi kehidupan berumah tangga ini perlu dilakukan karena akan menciptakan suasana yang nyaman dan indah. Sehingga suasana ini membuat penghuni rumah betah tinggal di rumah. Sebagaimana ungkapan bahwa “Rumahku adalah Syurgaku” bukan berarti fasilitas yang lengkap dan rumah tinggal yang luas akan tetapi ada suasana interaktif antar keluarga; suami istri dan anak-anak yang penuh kesantunan dan bijaksana. Sehingga menimbulkan suasana yang penuh keakraban, kedamaian, dan cinta kasih antar keluarga.
Oya sikap santun dan bijak merupakan cermin dari kondisi ruhiyah yang mapan. Ketika kondisi ruhiyah seorang itu labil maka ada kecenderungan bersikap emosional dan marah, karena syetan akan mudah mempengaruhinya. Oleh karena itu Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita agar jangan mudah marah (Laa tagdlob). Bila muncul amarah maka bersegeralah menahan diri dengan beristighfar dan mohon perlindungan kepada Allah dengan (taawudz billah), bila masih merasa marah maka hendaknya berwudhu dan mendirikan sholat. Karena sesungguhnya dampak dari kemarahan sangat tidak baik bagi jiwa, baik orang yang marah maupun bagi orang yang dimarahi. Oleh sebab itu dalam berumah tangga harus ada saling memaafkan bila terjadi kemarahan dan Allah menyukai orang yang suka memaafkan.
Kuatnya hubungan dengan Allah
Sudah pasti kalau kita menginginkan rumah tangga yang tetap harmonis, hubungan kita dengan Allah harus diperkuat, karena dengan begitu akan menghasilkan keteguhan hati (kemampanan ruhiyah), sebagaimana dalam firman Allah disurah Ar-Rad’u ayat 28 “ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Rad’u : 28)
Rasulullah SAW juga selalu memanjatkan doa agar mendapatkkan keteguhan hati : Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbiy ‘alaa diinika wa’ala thooatika” (Wahai yang membolak-bailikan hati, teguhkanlah hatiku untuk tetap konsisten dalam dien-Mu dan dalam menta’atiMu).
Kedekatan kita dengan Allah bisa dimulai dengan membiasakan dalam keluarga untuk melaksanakan ibadah nafilah secara bertahap seperti tilawah, shaum, tahajud, Duha, doa, infaq, doa, matsurat, dan sebagainnya. Karena tanpa adanya kedekatan dengan Allah mustahil seseorang dapat mewujudkan kehidupan rumah tangga yang bahagia.
Gallery
Labels
-
Penulis artikel : Nathan Gusti Ryan NOTES : Artikel ini bukan memandu anda untuk melakukan Unlock Modem. Tapi untuk melak...
-
Editing foto merupakan pekerjaan yang mengasyikan, terlebih jika foto yang kita edit menjadi lebih unik dan terkesan kreatif. Dengan m...
-
Dalam pergaulan sehari-hari di manapun, sering kita dengar atau kita jumpai istilah "Sunnah Rasul" pada malam Jum'at. ...
-
Menjadi suami dan bapak ideal dalam rumah tangga? Tentu ini dambaan setiap lelaki, khususnya yang beriman kepada Allah Ta’ala dan har...
-
Saya Terima Nikahnya si dia binti ayah si dia dengan Mas Kawinnya..... DiBayaaaar Kontaaan. Singkat, padat dan jelas.. Tapi t...




