Latest News

Tampilkan postingan dengan label Surga dan Neraka. Tampilkan semua postingan



SubhanAllah sahabatku tercinta, Semoga kalian tetap menikmati suasana indahnya sholat malam. Diantara tanda hamba Allah yang hati tercelup dalam "shibaghotullah" cinta kepada Allah, ada tujuh:

1. Apabila disebut nama Allah, hati bergetar rindu padaNya,
2. Apabila dipuji dirinya, ia merasa hina,
3. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah, ia tertunduk lalu mengambil pelajaran,
4. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera ingat kematian yang mendekat,
5. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia sangat gembira,
6. Apabila malam telah tiba, ia sangat bahagia karena senangnya BERLAMA LAMA SUJUD DIHADAPANNYA DIPENGHUJUNG MALAMNYA,
7. Apabila ingat dosanya, ia segera beristighfar.

Aminkan doa ini sahabatku. Allahumma ya Allah tanamkan dihati hamba perasaan selalu rindu kepadaMu, Allahumma ya Allah ingatkanlah selalu hamba tentang dahsyatnya hari akhiratMu agar hamba tidak tertipu dengan kesenangan dunia sesaat ini, Allahumma ya Allah Penguasa hati, tetapkanlah hati hamba dalam taqwa dan istiqomah dijalanMu...aamiin.

Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.

Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.

Aamiin ya Rabbal'alamin



Undangan ke surga merupakan suatu istilah yang menggambarkan kegiatan da’wah mengajak manusia ke jalan Islam. Sebab bilamana manusia sudah berada di jalan Islam berarti ia seudah berada pada jalur yang benar menuju surga, kebahagiaan hakiki dan abadi di akhirat. Sebaliknya, bilamana seseorang masih menempuh jalan selain Islam maka ia dikategorikan sebagai orang yang bakal merugi di dunia dan di akhirat.


وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

”Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Ali Imran ayat 85)

Banyak orang yang mempersempit makna da’wah. Mereka membatasinya pada kegiatan ceramah dan tabligh di podium semata. Padahal kegiatan da’wah  mencakup spektrum aktifitas yang sangat luas. Bahkan segenap lini kehidupan dapat dijadikan sarana berda’wah. Jadi da’wah bisa mencakup kegiatan pendidikan, sosial, budaya, seni, ekonomi, politik, militer, hankam dan hukum.

Da’wah itu bisa berupa perkara yang sangat sederhana seperti tersenyum, misalnya.


تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyumanmu di hadapan saudaramu adalah sedekah.” (HR Tirmidzi 1879)

Bila dengan senyuman Anda dapat membuat hati seseorang menjadi bahagia, maka Anda telah berhasil menyingkirkan salah satu rintangan di dalam hati seseorang untuk menerima ajakan kepada ajaran Allah, Al-Islam. Sebab inti dari kegiatan da’wah ialah mengupayakan sedapat mungkin agar hati manusia tidak terhalangi untuk menyimak ajakan kepada Islam. Bila belum apa-apa seseorang sudah memiliki kecurigaan dan prasangka buruk terhadap seorang da’i, maka sulit diharapkan orang itu akan menyambut seruan Islam.

Oleh karena itulah dewasa ini para musuh Islam berupaya dengan segala cara untuk mengotori citra agama Allah. Mereka membuat agenda ”War on Terror” agar mencitrakan bahwa agama Allah merupakan agama yang mengerikan sebab para penganutnya merupakan para teroris. Mereka memanfaatkan berbagai media yang mereka miliki untuk turut menyemarakkan konspirasinya. Mereka kemudian menggambarkan Islam menurut versi mereka.    Sebuah Islam dikatakan baik, moderat dan modern bilamana menerima gaya hidup dan cara berfikir barat-liberal. Kemudian tidak sedikit kaum muslimin yang masuk ke dalam jebakan mereka. Mulailah bermunculan kaum muslimin bahkan aktivis pergerakan Islam yang tunduk kepada Islam versi barat-liberal. Muncullah sebagian muslim yang menyamakan antara jihad dengan terorisme. Sebab memang itulah yang musuh kehendaki. Mereka ingin menjauhkan ummat Islam dari tugas suci mereka yaitu berjihad di jalan Allah.

Sehingga mulailah muncul sekelompok kaum muslimin yang mengharamkan jihad samasekali. Atau mempersempit makna jihad sebagai ”berperang melawan hawa-nafsu” semata. Adapun berjihad dalam pengertian mengangkat senjata di jalan Allah, maka ini harus ditinggalkan karena tidak sesuai dengan nilai-nilai kemodernan dan hak-hak asasi manusia. Dan jihad seperti ini lebih pantas disebut sebagai aktifitas terorisme…!!!

Padahal jika kita perhatikan Al-Qur’an kita akan menemukan bahwa aktifitas jihad di jalan Allah juga merupakan suatu paket integral dengan kegiatan da’wah mengajak manusia ke Islam. Sebab dengan adanya jihad, maka segenap rintangan untuk sampainya seruan Islam dapat disingkirkan. Bahkan Al-Qur’an menyebutnya sebagai cara untuk menghapus keberadaan segenap fitnah dan sebagai cara untuk menjadikan agama sepenuhnya menjadi miliki Allah semata.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ
 فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

 ”Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS Al-Anfaal ayat 39)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup Undangan ke Surga mencakup aktifitas dengan spektrum yang begitu luas. Da’wah Islam mencakup tersenyum hingga mengangkat senjata untuk berjihad di jalan Allah…!!!




Menurut hadits yang disampaikan oleh Ibnu Abbas ra. surga mempunyai delapan pintu yang ditaburi dengan mutiara. Selama bulan Romadhon, semua pintu terbuka. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Jika datang bulan Romadhon, dibukalah pintu-pintu surga." (HR. Bukhori Muslim)

Kedelapan pintu surga tersebut sebagai berikut:

1. Pintu pertama untuk para nabi dan rosul, syuhada, dan dermawan.

2. Pintu kedua untuk orang-orang yang mendirikan sholat dengan menyempurnakan syarat rukunnya dan wudhunya.

3. Pintu ketiga untuk orang-orang yang mengeluarkan zakat dengan kebaikan jiwanya.

4. Pintu keempat untuk orang-orang yang menganjurkan kebaikan dan melarang kemungkaran.

5. Pintu kelima untuk orang-orang yang mencegah hawa nafsu dan syahwatnya

6. Pintu keenam untuk orang-orang yang menunaikan ibadah haji dan umroh.

7. Pintu ketujuh untuk orang-orang yang ahli jihad

8. Pintu kedelapan untuk orang-orang takwa yang beramal saleh, termasuk di antaranya orang yangberbakti kepada orang-tuanya, dan menyambung tali persaudaraan.




Perihal nama-nama surga, tingkatan, dan para calon penghuninya ialah sebagai berikut:

1. Surga Firdaus diciptakan oleh Allah SWT dari emas. Calon penghuninya dijelaskan dalam Surat 23/Al-Mukminun ayat 1- 11, ialah
  • Orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,
  • Orang-orang yang memelihara sholat,
  • Orang-orang yang berpaling dari pekerjaan yang sia-sia.
  • Orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali kepada istri-istri mereka

2. Surga Adn diciptakan oleh Allah SWT dari intan putih. Calon penghuninya, ialah
  • Orang-orang yang sabar karena mencari keridhoan Tuhan- nya, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. (QS. 13IAr Ro’du: 22-24)
  • Orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh. (QS. 19/ Maryam: 60-61)
  • Orang-orang yang benar-benar bertakwa. (QS. 38/Shod: 49- 50)

 3. Surga Na’im diciptakan oleh Allah SWT dari perak putih. Calon penghuninya, ialah
  • Orang-orang yang beriman dan beramal saleh (QS. 31/ Luqman: 8)
  • Orang-orang yang bertakwa (QS. 68/Al-Qolam: 34)

4. Surga Ma’wa diciptakan oleh Allah SWT dari zamrud hijau. Calon penghuninya, ialah:
  • Orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT (QS. 53/An- Najm: 15)
  • Orang-orang yang benar-benar beriman dan berawal saleh. (QS 32/As-Sajdah: 19)
  • Orang-orang yang takut kepada kebesaran Allah SWT dan menahan diri dari hawa nafsu yang buruk. (QS. 79/An- Nazi’at: 40-41)

5. Surga Darussalam diciptakan oleh Allah SWT dari yakut merah. Calon penghuninya sebagaimana yang diterangkan dalam Surat Al-An’am ayat 127, ialah:
  • Orang-orang yang kuat iman dan islamnya;
  • Orang-orang yang memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari karena Al­lah SWT.

6. Surga Darul Muqomah diciptakan oleh Allah SWT dari permata putih. Calon penghuninya, ialah orang-orang yang kebaikannya amat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan.

7. Surga Al-Maqomul Amin diciptakan oleh Allah SWT dari emas. Calon penghuninya, ialah orang-orang yang keimanannya telah mencapai tingkat muttaqin, yakni orang-orang yang benar- benar bertakwa kepada Allah.

8. Surga Khuldi diciptakan oleh Allah SWT dari marjan merah dan kuning. Calon penghuninya, ialah orang-orang yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. (QS. 25/Al-Furqon: 15)




SURGA (Al Jannah) adalah suatu tempat di alam akhirat yang penuh dengan keselamatan, kesejahteraan, segala kesenangan dan kenikmatan, kebahagiaan serta kemuliaan yang abadi. Allah SWT menjanjikan tempat ini bagi hamba-Nya yang beriman dan bertakwa kepada-Nya. Firman Allah SWT, "Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, menjadi penghuni surga. Kekallah mereka di dalamnya." (Q.S AL Baqarah: 82)"Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, kelak akan kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selamanya" (QS. An-Nisa: 122).

Keadaan surga digambarkan secara gamblang dalam ayat-ayat Al-Quran. Surga seluas langit dan bumi(QS Ali Imran: 133)Didalamnya terdapat buah-buahan yang tiada habisnya dan tidak terlarang mengambilnya (QS. AL Waqi'ah: 32-33)Terdapat pula istana-istana yang dibawahnya mengalir sungai-sungai (QS. Al Furqon: 10), terhampar permadani-permadani (QS. AL-Ghosyiyah: 16)Tahta-tahta kebesaran (QS. Ash Shoffat: 44)dan ranjang-ranjang yang terbuat dari emas atau permata (QS. AL-Waqi'ah: 15)dengan kasur tebal nan empuk (QS. AL-Waqi'ah: 34)dan bantal-bantal yang tersusun (QS. AL-Ghosyiyah: 15)Di Surga juga mengalir sungai-sungai khamer yang lezat rasanya, dan sungai-sungai madu yang di saring (QS. Muhammad: 15)Di surga tiada perkataan yang tak berguna (QS. Al Ghosyiyah: 10-11).

Tentang keadaan penghuni surga, diterangkan dalam Al-Quran dan hadis Nabi saw. Mereka memakai sutra yang halus nan tebal (QS. Ad Dukhan: 53)serta menggunakan perhiasan emas dan mutiara (QS. Fathir: 33)Semua penghuni surga setinggi Nabi Adam as, yakni 20 hasta atau sekitar 20 meter (HR. Tirmizi)Wajah mereka rupawan, dalam usia 30-an tahun (HR. Ahmad, Ibnu Abid Dunya, Baihaqi, dan Thabrani)Tidak ada perselisihan antara mereka oleh karena hati mereka telah menyatu, dan senantiasa bertasbih pada waktu pagi dan sore (HR. Bukhari dan Muslim)Mereka memperoleh buah-buahan dan segala sesuatu yang mereka kehendaki(QS. Yaa Siin; 57)Mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang (selamanya) tetap muda. Apabila penghuni surga melihat mereka, ia akan mengira mereka mutiara yang bertaburan (QS. Al Insan: 19)Allah SWT memberikan kepada mereka bidadari untuk menemani (QS. Ad Dukhan: 54)Bidadari yang bermata jeli (QS. Al Waqi'ah: 22)cantik jelita dan putih bersih (QS. Ar Rahman: 72)Mereka tidak mendengar perkataan kosong dan dusta (QS. An Naba': 35)tidak mendengar perkataan yang tiada guna, kecuali ucapan selama(QS. Maryam: 62).


NERAKA (AN Naar) adalah suatu tempat di alam akhirat berupa telaga api yang bergejolak membara. Allah SWT menciptakan tempat ini untuk umat manusia yang kafir, musyrik, pendusta agama, dan penimbun dosa.

Keadaan Neraka, digambarkan dalam Al-Quran, antara lain: penuh api yang menyala-nyala (Al Fath: 13). Di dalamnya tumbuh pohon Zaqqum dari dasar neraka yang berbuah kepada setan (Ash Shaffat: 63-65)dan pohon berduri (Al Ghosyiyah: 6)Juga tersedia rantai dan belenggu untuk menyeret penghuninya (Al Mu'min:71),cambuk-cambuk dari besi (Al Hajj: 21)dan ular-ular seperti leher unta serta kala-kala yang sangat menyiksa (Al Hadist).

Berapa derajatkah panas api nerak? Rasulullah saw. menerangkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. bahwa panas api neraka 70x (tujuh puluh kali) panas api yang ada di dunia.

Tentang siksaan dalam neraka, di gambarkan dalam Al-Quran, antara lain; mereka -- para penghuni neraka --mengenakan pakaian dari api (Al Hajj: 19)tidur beralas dan berselimut api (AL A'raf: 40-41)memperoleh makan pohon berduri yang tidak mengenyangkan (AL Ghasyiyah: 6-7)juga nanah dan darah (Al Haqqoh: 36-37),sedangkan minuman mereka air yang sangat panas (Al Ghasyiyah: 4-5), dan mereka terus menerus di cambuk besi (Al Hajj: 19-22).

Penghuni neraka dikelompokkan dalam dua golongan:
  1. Golongan yang kekal di dalam neraka, ialah orang-orang kafir, murtad, musyrik, dan pendusta agama. Firman Allah SWT. "Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni ahli kitab (nasrani) dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka jahanam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk mahluk." (Al Bayyinah: 6)."Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, itu penghuni neraka dan kekal di dalamnya." (QS. Al Baqarah:39) "Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar, red) dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat. Mereka itulah penghuni nerakadan kekal didalamnya." (QS. Al Baqarah: 217)
  2. Golongan yang menghuni neraka hanya untuk sementara waktu saja, ialah orang-orang muslim yang berdosa dimasukkan ke dalam neraka sekedar untuk menebus dosa-dosanya. Sabda Rasulullah saw. "Akan keluar dari neraka setiap orang yang (selama di dunia) mengucapkan "Laa Ilaaha Illallooh" dan di dalam hatinya ada kebaikan seberat kacang. Dan akan keluar dari neraka setiap orang yang (selama di dunia ) mengucapkan "Laa Ilaaha Illallooh" dan di dalam hatinya ada kebaikan seberat gandum. Juga akan keluar dari neraka setiap orang yang (selama di dunia) mengucapkan "La Illaaha Illalloh", dan di dalam hatinya ada kebaikan seberat debu." (HR. Bukhari dan Muslim). Allah berfirman pada hari kiamat, "Keluarkanlah dari neraka orang yang pada suatu saat (selama hidup didunia) pernah ingat kepada_ku, atau orang yang (selama di dunia) pernah ingat kepada-Ku, atau orang yang (selama didunia) pernah merasa takut kepada-Ku dalam kedudukan apapun." (HR.Tirmizi). Lama atau sebentar seorang muslim berada di neraka setimpal dengan dosa yang dikerjakannya selama hidup di dunia.

Blog Info